Blog hanya untuk cerita diri sendiri ?????
Sering saya lihat, banyak sekali blog-blog di Internet yang isinya hanya menceritakan tentang kegiatan sehari-hari penulis blog tersebut, atau tentang penulis blog sendiri, apakah dia lagi senang, sedih, dan lain-lain. Ada juga sih yang menceritakan hal-hal lain, tapi rasanya kok lebih sedikit.
Apakah mereka salah kalau menulis blog hanya tentang diri mereka sendiri dan atau kegiatan penulis blog itu sehari-hari ? Menurut saya, “tidak”. Tapi di sisi lain, bisa juga “iya”. Blog, menurut saya, bisa dijadikan semacam sarana untuk menyalurkan kebiasaan atau hobi menulis bagi sebagian orang. Atau juga bisa sebagai ganti dari buku harian (diary). Nah, sebagai diary, apakah kita bisa seenaknya menceritakan semua yang kita pikirkan, kita lakukan, kepada orang lain ? Padahal diary untuk sebagian orang juga, merupakan suatu hal yang rahasia. Tidak untuk diceritakan kepada orang lain yang tidak dikenal, bahkan kadang kepada sahabat terdekat sendiri juga tidak bisa diperlihatkan apa isi buku diary tersebut. Tapi itu juga tergantung kepada si penulis sendiri, apakah dia ingin memperlihatkannya atau tidak. Itu hanya tergantung pada pilihan yang dibuat.
Tapi jika isi blog tersebut “Hanya” berisi tentang diri penulis blog itu sendiri, misalnya =>>>
– Aku hari ini capek banget, pulang kerja naik angkot, eh ketemu dengan si dia, kebetulan tujuan kita sama, wih senengnya, kita jalan-jalan berdua di Mall, de el el.
dan banyak sekali blog-blog yang isinya seperti tersebut diatas. Pertanyaannya, apa si penulis anti sosial ? Bagaimana dengan lingkungan sekitarnya ?? Apa dia tidak memperhatikan sekitarnya itu juga banyak sekali hal-hal menarik yang mungkin terlewatkan oleh orang lain, yang sebenarnya sangat menarik untuk di share di blog nya ? Atau mungkin juga share tentang berita-berita yang lagi nge trend saat ini.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan menulis tentang diri sendiri di blog yang memang milik mereka sendiri, tapi kenapa harus setiap hari menulis blog (bahkan ada yang dalam 1 hari, menulis 2 atau lebih) yang hanya tentang diri sendiri ???
Ceritain tuh, gimana kabarnya teman-teman para sopir angkot, kondektur bis, tukang sampah, tukang becak, setelah kenaikan BBM (misalnya). Justru dari orang-orang seperti mereka lah kita mendapatkan banyak pelajaran. Jangan cuma egois.
Egois
Egois
Egois
Bangkit itu ….
tidak egois, mulai perhatikan semua orang atau lingkungan sekitar kita. Dunia tidak berputar hanya untuk kita dan tidak hanya dunia kita yang berputar.

becoming selfish is us, sometimes we do not realize it yet but somehow we know it well that is us, therefore, we need a lot of insights in order to know the meaning of being caring and unselfish, i do agree with all you said because by caring, sharing, and, doing good things we can be a real man, a man who is supposed to live in meaning.